Archive for April, 2009

Pagi Hari Malam Hari

April 9, 2009

Tuhan ciptakan pagi hari dan malam hari sebagai permulaan dan pengakhiran, seperti hidup ini.  Tuhan ciptakan begitu banyak perumpamaan satu dengan yang lain.  Hidup ini menurut orang Jawa sama seperti orang yang mampir minum saja.

Pada awalnya kupikir pagi hari adalah permulaan yang berat dan malam hari adalah akhir yang melelahkan.

Hari ini kuberpikir lain, pagi hari adalah karunia yang luar biasa, saat aku bersyukur telah melewati malam yang lalu dan bersiap menghadapi hari yang baru.  Malam hari adalah karunia yang tak kalah luar biasanya, saat aku bersyukur telah menjalani hari, telah begitu banyak diberi pengetahuan hidup dan saatnya aku begitu dekat denganNya.

Pagi hari saat ini jadi saat aku bersyukur dan malam hari jadi saat aku bercerita padaNya, sedangkan Dia selalu mencurahkan nikmat dan karuniaNya sepanjang hari.

Cinta Sejati

April 8, 2009

Ari lasso bilang : “…Cinta sejati tak akan pernah mati…”

Apa yang kita tahu mengenai Cinta Sejati?

Cinta dengan lawan jenis, cinta pada anak, cinta pada istri, cinta pada suami, cinta pada harta benda, cinta pada alam semesta, atau cinta pada Sang Pencipta?

Yang saya tahu adalah apa yang saya rasakan.  Saya rasakan cinta ketika saya bersyukur telah dapat merasakan dengan panca indera dan segenap perasaan dan pikiran saya segala sesuatu yang ada di sekitar saya.

Ketika melihat alam semesta yang begitu mengagumkan dalam pandangan mata, menyentuh lembut, bersuara mengalun, dihirup dengan penuh kesegaran lalu rasa syukur itu datang, saat itulah saya merasakan cinta sejati.

Ketika keindahan dan kekaguman terhadap apapun datang dan rasa syukur menyusul di belakangnya, saat itulah saya merasakan cinta sejati.

Lalu apakah aku punya banyak cinta sejati? Jawabnya Ya!

Lawan Cinta Sejati adalah Cinta Sesaat yang berdasarkan nafsu sebagai manusia.

Yang mana Cinta Sesaat?

Cinta Sesaat ketika kita merasakan dengan panca indera segala yang ada di sekitar kita, lalu kita ingin memilikinya, kita ingin menambah perasaan itu lebih banyak lagi, kita takut kehilangannya.  Itulah Cinta Sesaat.

hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ketika Pekerjaan dan Keinginan berebut tempat

April 6, 2009

Seringkali ketika bekerja kita mendapat telepon atau sms berkaitan dengan urusan pribadi.  Seringkali ketika sedang bekerja keinginan untuk membuka email pribadi dan facebook muncul.

Ketika hal-hal pribadi tersebut muncul dan kita tindak lanjuti akibatnya akan memakan waktu yang cukup banyak.  Lalu sebaiknya apa yang harus kita lakukan? Apakah waktu kerja untuk bekerja saja dan waktu pribadi hanya untuk kepentingan pribadi saja.  Apakah kita harus memisahkan kedua waktu tersebut?

Jawaban yang klise sering saya dengar adalah dengan mefokuskan tetap pada pekerjaan, hal-hal yang berkaitan dengan pribadi tetap boleh dikerjakan sepanjang tidak mengganggu pekerjaan.

Saya punya jawaban sendiri, yaitu : pada dasarnya tidak ada yang disebut dengan urusan pekerjaan dan urusan pribadi.  Semuanya adalah urusan pribadi kita sebagai manusia.  Semuanya memiliki urgensitas/tingkat kepentingannya masing-masing.  Jadi kita mengelola kegiatan/aktivitas kita berdasarkan skala prioritas.

Lalu bagaimana ketika semuanya terasa penting?

Tanyalah pada hati mana yang lebih penting, mana yang berisiko paling tinggi.  Setelah itu kerjakan dan ikhlaskan.

Ketika manusia masih mencari

April 5, 2009

Saya setuju dengan ungkapan “orang pintar menemukan jawaban pertanyaan melalui pencariannya, sedangkan orang genius menemukan jawaban melalui pencarian orang lain” begitu kira-kira bunyinya.  Hari ini saya mencoba untuk bisa menulis kembali–dalam artian yang sesungguhnya, setelah mungkin hampir 8 tahun sejak terakhir saya lulus kuliah di tahun 2001.

Pada awalnya keengganan menulis terlalu besar, yang setelah saya pahami disebabkan oleh kekhawatiran saya.  Kekhawatiran bahwa saya tidak bisa merangkai kata-kata dengan benar, bahwa saya harus belajar dulu, bahwa saya sekarang sibuk, dan bahwa menulis ini tidak ada gunanya.

Sering saya dengar kata “…orang yang sedang mencari jati dirinya…”, terdengar seperti sesuatu yang tidak logis, tidak penting dan bodoh.

Sekarang saya mengalami hal tersebut, bersyukur saya akhirnya diberi berkah oleh Tuhan untuk dapat bertanya kepada diri sendiri.  Untuk apa saya ada di sini?

Lalu apa yang saya lakukan.  Saya membaca, saya bertanya, saya berkaca.  Puji syukur saya diberikan terang tanpa perlu berlama-lama.

Ya Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mendekatiMu adalah dengan mengenal diriku.  Mencari jawaban adalah dengan melihat gerak tanganku, mengenal gerak kakiku, mengarahkan pandangan mataku, mendengarkan sekitarku, mencium semua aroma yang menghinggapiku, meraba setiap permukaan, meresapi setiap asupan, lalu yang paling indah adalah ketika membuka jendela hati dan perasaan seluas-luasnya.

Saat itu aku tidak lagi bertanya padaMu, karena Engkau berikan begitu banyak jawaban yang aku sendiri tak minta.  Ya Tuhanku, Engkau berikan aku pengetahuan.

“…Aku bertanya, Kau tak menjawab…Aku diam dalam hening, Kau beri aku limpahan…”

Alhamdulillah