Rangga Umara – Warung Pecel Lele Lela 0817835950; 021 70463463

Matrix Kuliner

Buat SOP :
– Modul Produk
– Modul Pelayanan
– Modul Administrasi
– Modul Marketing
– Modul SDM

Action –> Masalah –> Evaluasi –> Solusi –> Action again

Hal yang membuat betah karyawan : Job Desk yang Jelas, Penghargaan, Visi—kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama

Memulai Usaha
1. Just Do It
2. Did you remember to forget perfection

Penghambat orang dalam merencanakan hidup/mental block
1. Keyakinan yang membatasi—selalu bilang tidak mungkin
2. Takut gagal—lebih baik tidak punya harapan daripada gagal/kecewa
3. Tergantung pada hidup yang mudah—tidak ada jalan pintas, semua butuh proses
4. Hati2 terhadap persepsi
5. Sukses dibangun dengan latihan demi latihan

Cara mengatasi mental block
1. Be positif—otak kita apa kata mulut kita, otak tidak membedakan hal positif atau negatif
2. Incantation—doa yang spesifik—idealisasi, visualisasi, verbalisasi dan materialisasi. Otak mengejar apa sebenarnya tujuan kita

Problem Solving Model
Masalah dipecah2—dicari solusinya

Apakah menjadi pengusaha itu Bakat?
1. Semua manusia diciptakan sangat sempurna
2. Potensi dengan lingkungan berbeda :
a. Pendidikan keluarga banyak “jangan ini…jangan itu…” akhirnya takut resiko
b. Penyusutan otak kanan
c. Keluarga tidak mendidik anak jadi pengusaha tapi jadi karyawan
d. Pendidikan sekolah hanya teori & multiple choice—kurang kreatif

Memulai Bisnis
1. Mulai dari yang disukai
2. Tidak harus ideal
3. The Power of Kepepet
4. Amati Tiru Modifikasi / Amati Tiru Persis

Menjadi Sukses
1. Punya Visi Misi—Mimpi
2. Andalkan Team
3. Yakin Sukses

Mengembangkan Bisnis
1. Buat Target yang tinggi di luar kemampuan
Jun: 10 jt–> Jul:20 jt–> Aug:40jt–> Sep:80jt dst
2. Inovasi tiada henti
3. Pelayanan yang berbeda
4. Promosi yang berbeda
5. Cari ide dan action yang berbeda

Sanggupkan kita menjadi Pengusaha?
– Berani susah dulu
– Berani rugi dulu
– Berani malu dulu
– Berani bangkit lagi

One thought on “Rangga Umara – Warung Pecel Lele Lela 0817835950; 021 70463463

  1. kepada yth. bapak Rangga Umara

    saya I Gede Yuliawan dari Bali

    saya ingin berbagi cerita dengan anda

    setahun yang lalu oktober 2010, saya dan teman saya sepakat membuka warung lalapan dengan nama Warung Yuli, saya mengeluarkan modal hampir 15juta untuk membeli rombong, gaji karyawan dan perlengkapan lainnya, saya mempercayakan penuh urusan warung kepada teman saya, saya hanya sebagai pemodal karena saya juga bekerja sebagai arsitek, jadi saya sudah sangat disibukkan dengan pekerjaan utama saya sebagai arsitek, makanya saya mempercayakan penuh urusan warung kepada teman saya, namun berjalan setahun, warung yuli yang dikelola teman saya tak kunjung membuahkan hasil, dia hanya bilang warung nya sepi dan saya berusaha sabar, tiap kali pegawai akan gajian saya selalu menyisihkan uang gaji saya yang saya dapatkan dari hasil kerja sebagai arsitek untuk mencukupi keperluan warung dan gaji pegawai, namun lama-kelamaan mulai muncul tanda tanya, kenapa warunng yuli seperti ini, saya mulai kewalahan menalangi biaya warung sampai -sampai uang untuk mencukupi kebutuhan pribadi saya juga habis untuk warung, saya mulai bingung dan kecewa dengan teman saya yang mengelola warung saya tersebut dan akhirnya saya putuskan untuk mengeluarkan temen saya dari warung yuli dan akhirnya saya berusaha mengelola warung yuli ini sendiri. walopun hampir 15juta uang yang saya keluarkan belum ada hasil, tapi saya tetep berusaha.

    dan mulai oktober 2011 sampai hari ini saya mulai mengelola warung lalapan saya sendiri, beberapa waktu lalu, saya sempat membaca artikel tentang warung LeLa disalah satu koran di Bali, saya sangat antusias dan artikel tersebut mampu membangkitkan semangat saya untuk melanjutkan usaha warung lalapan ini, dan kemudian saya merubah nama warung saya karena terinspirasi dari warung lela, dan nama warung saya menjadi “Warung Lalapan Yuli Laris 168″ jika disingkat menjadi Warung Lyla 168” hari ini warung saya dengan nama baru sudah memasuki bulan kedua, dan lagi-lagi untuk membayar gaji pegawai saya harus menyisihkan uang gaji saya, saya sangat stress, jujur saya menulis email ini dalam kondisi kepala pusing dan badan agak panas, namun saya paksakan, karena saya ingin terus berjuang bersama kedua karyawan saya agar warung ini bisa maju seperti warung lela, dari kemarin malam saya teringat akan nama warung lela, dan saya putuskan untuk ke warnet dan mencari artikel dan alamat email warung lela dan akhirnya ketemu, mudah-mudahan berjodoh.

    lokasi warung lyla 168 di jalan nusa indah no. 24 dekat dengan art centre, kampus ISI, dan beberapa sekolah, sudah sebulan buka warung disini, di awal lumayan rame, tapi lama kelamaan grafik penjualan mulai menurun, entah apa yang terjadi padahal saya dan 2 pegawai sya sudah berusaha keras, dan saya sangat salut dengan pegawai saya, umur mereka 17 tahun, saya gaji mereka sebesar 450 ribu dan 300 ribu. Ruko yang saya tempati kontraknya 14juta/tahun, baru sebulan ini saya benar-benar merasa seperti orang paling miskin didunia, beberapa hari lalu didompet saya bahkan tidak ada uang sama sekali dan untung saya punya pacar yang baik, selama keterpurukan ini dia memberikan uang untuk saya, sebagai seorang cowok, saya sangat malu sekali sampai saya meminta uang ke pacar saya, benar-benar baru kali ini saya merasakan gimana rasanya tidak punya uang, dan sampai saat ini saya baru bias membayar gaji pegawai saya hanya setengahnya, belum full, karena saya sudah tidah punya uang, benar-benar stress. Dikepala saya bergejolak, terus berpikir, tutup aja dah warung ini, hanya menghabiskan uang saja, bingung, pusing. Tapi setiap saya kewarung saya melihat pegawai saya yang sudah sangat bekerja keras saya jadi kasian dan semangat saya untuk bangkit muncul lagi, saya tidak ingin mengecewakan mereka, saya harus bisa bertanggung jawab kepada mereka, saya harus bangkit, saya tidak ingin terus terpuruk dalam kondisi ini.
    Demikian cerita saya,
    saya mendapatkan info kalo pak Rangga mau membuka outlet baru di Bali, apakah bapak mau mengelola warung saya? Saya sangat berharap bapak bisa membantu saya, karena saya tidak ingin menutup warung saya karena saya kasihan dengan 2 orang pegawai saya, mengenai lokasi warung saya sekarang, lumayan rame yang berseliweran tapi entah kenapa sedikit yang mampir, hanya diawal-awal saja, kalo menurut orang2 sekitar warung saya, mereka cerita kalo dulu dikontrakan saya tersebut sudah banyak sekali warung makanan dan usaha lain yang mengintrak disana tapi rata2 bertahan 3 bulan saja, ga tau kenapa seperti itu. Tapi saya tetepa berpikir posoti dan terus berusaha bangkit, menulis email kepada bapak ini adalah salah satu usaha yang saya harus lakukan,
    saya berharap bapak bisa membaca email saya ini, jika bapak berkenan tolong sampaikan kepada saya.
    Jika bapak dating ke bali tolong sampaikan kepada saya,
    Terima kasih, sudah mau membaca keluh kesah saya, semoga kita berjodoh, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,

    Hormat Saya

    I Gede Yuliawan
    085 739 030 168

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s